8 Kiat Menghadapi Wawancara Kerja

1423 views

wawancara-kerjaWawancara sebenarnya adalah untuk mendapatkan penegasan tentang apa yang telah Anda tulis dalam lamaran dan untuk mendapatkan kejelasan tentang bagaimana penampilan, sikap atau pembawaan Anda. Mungkin juga untuk memastikan kualitas intelektual Anda.

Wawancara tentunya juga untuk mengetahui skill (keterampilan) Anda. Karena itu, sesudah atau sebelum wawancara terkadang dilakukan tes-tes tertentu, misalnya kemampuan bahasa Inggris,  menghitung, komputer, dan kemampuan berkomunikasi.

Tenang saja. Orang yang akan Anda hadapi itu bukan hakim, apalagi dewa. Dia juga mengenal rasa takut atau malu kalau gagal, sama seperti kita. Supaya lebih percaya diri, berikut ini kami sajikan beberapa tips menghadapi wawancara.

Simaklah dengan cermat waktu, tempat, dan alamat dimana wawancara berlangsung. Kalau perlu, telepon dulu ke kantor yang memanggil Anda untuk mendapat konfirrnasi tentang tempat, waktu dan petunjuk untuk menemukan alamatnya. Jangan bertanya hal-hal yang tidak perlu. Bersikaplah sopan waktu menelpon. Jangan sok akrab, sok tahu, apalagi memberi kesan menggoda. Yang wajar sajalah.

Jagalah penampilan serapi mungkin. Penampilan Anda dari ujung sepatu sampai ujung rambut harus rnembesi kesan rapi dan bersih; itu akan memancarkan pribadi dan karakter Anda.  Malamnya jangan sampai kurang tidur supaya tak tampak loyo. Kesan ini penting, terutama kalau Anda melamar jadi bagian pemasaran, sekretaris atau bagian-bagian yang akan berhubungan dengan orang banyak dan membawa citra perusahaan.

Berangkatlah lebih awal. Lebih baik tiba paling lambat setengah jam sebelumnya, sehingga Anda lebih konsentrasi menghadapi wawancara tersebut. Jangan sampai bahan atau peralatan yang harus dibawa tertinggal. Dengan tiba lebih awal, Anda punya waktu untuk mengatur pikiran dan perasaan Anda sehingga tampak tenang dan dewasa.

Masuklah ruang wawancara dengan tenang dan sopan. Ketika dipanggil ruang wawancara, jangan lupa mengetuk pintu. Masuklah bila ada suara yang menyilakan lalu ucapkan. “Selamat pagi!” atau “Selamat siang!” Duduklah di kursi yang telah disiapkan kalau dipersilakan duduk. Lupakan sejenak masalah-masalah Anda, sehingga Anda tampak lebih ceria dan penuh optimisme. Tataplah sekilas wajah pewawancara Anda dan bersikaplah bahwa Anda siap berkomunikasi dengannya.

Selama tanya jawab berlangsung, tetaplah sopan dan hormat. Terkadang pewawancara memberi kesan ramah dan baik hati. Tetapi sebaiknya tetap hindari sikap sok akrab. Jangan karena pewawancaranya baik hati, lantas Anda menjadi sembarangan atau bersikap menggoda atau bercanda yang tidak perlu.

Santai sih santai, tapi janganlah lupakan bahwa saat itu semua kata dan tindak-tanduk Anda akan berkesan di hati pewawancara positif maupun negatif. Lebih baik memberi kesan positif, toh!

Hindari wawancara menjadi obrolan yang tidak perlu. Jawab pertanyaan seperlunya dan jangan memberi penjelasan yang melantur dan memberi kesan menggurui.

Jawablah pertanyaan tentang gaji dengan tegas. Sebut saja jumlah yang Anda minta, jangan mengatakan, “Terserah Bapak”. Demi amannya, tanyalah teman yang sudah kerja, berapa pasaran gaji untuk jabatan yang Anda lamar. Yah, supaya Anda punya perbandingan.

Terakhir, tanyalah kapan hasil wawancara diberitahukan. Bertanyalah dengan jelas dan hindari kesan berharap sekali, apalagi terkesan meminta-minta. diterima. Kalau memang Anda memenuhi syarat, pasti Anda akan dipertimbangkan dengan serius. Tunjukkanlah bahwa Anda calon karyawan yang profesional, bukan karena belas kasihan.

Ingatlah bahwa, sebagaimana Anda butuh kerja, perusahaan pun butuh tenaga kerja. Jadi, kenapa mesti memberi kesan mengemis pekerjaan?

Dari jauh, kami berharap semoga Anda sukses dalam menghadapi wawancara kerja dan dapat menempati posisi/jabatan yang Anda inginkan.

Tags: #Kerja #Kiat #Menghadapi #Wawancara