Baklava, Penganan Khas Populer Warisan Kekaisaran Ottoman

1071 views

baklava-turkiPengaruh Turki dalam dunia kuliner terutama di wilayah-wilayah yang pernah ditaklukkan Kekaisaran Ottoman masih terasa hingga saat ini. Jejak-jejaknya di bidang kuliner masih terasa di bekas wilayah Ottoman yang luas meliputi Turki, jazirah Arab, hingga sebagian Afrika.

Salah satu penganan khas warisan Ottoman yang cukup populer di dunia yaitu baklava. Kue yang rasanya manis ini semacam kue berlapis (filo) yang terbuat dari adonan tepung, gula, dan berisi selai kacang kemudian disiram dengan madu atau sirup. Selain menjadi penganan khas Lebaran di Turki, baklava juga digemari oleh umat Muslim di negara-negara Asia Barat, Asia Tengah, hingga ke Afrika yang notabene pernah berada di bawah pengaruh Ottoman di masa lain.

Baklava sendiri dilafalkan agak sedikit berbeda di beberapa tempat. Misalnya di Uzbekistan, disebut pakhlava, bakhla (Arab), dan pakhlavasi (Azerbaijan), atau baqlaba dalam bahasa Persia. Resep awal baklava dipercaya lahir dari dapur Istana Topkapi di Istanbul, Turki, pada Abad ke-15. Sultan mempersembahkan baklava kepada Janissaries (pasukan elite khusus pengawal istana) setiap tanggal 15 bulan Ramadan dalam festival yang disebut dengan Baklava Alayi.

Dalam bukunya yang berjudul Mongol Empire and Turkicization, Paul D Buell menulis tentang gullac yang dipercaya sebagai resep awal baklava. Gullac ini terdiri atas beberapa lapis adonan tepung yang dicampur dengan susu hangat dan gula. Disajikan dengan selai kacang atau biji delima yang biasanya dijadikan sajian khas di bulan Ramadan dan Idulfitri.

Pada perkembangannya, resep baklava mengalami banyak variasi rasa ataupun bentuk sesuai dengan cita rasa unik wilayah masing-masing. Oleh karena itu, dikenal baklava ala Azerbaijan, baklava ala Irak, baklava ala Tunisia di Afrika Utara, baklava ala Yordania, dan lainnya. Variasi resep baklava tersebut biasanya pada penggunaan jenis kacang, sirup, atau bentuk penyajian baklava.

Pada tahun 2008 lalu, Turki mendaftarkan hak paten atas baklava gaziantep di Komisi Eropa. Baklava gaziantep adalah variasi dari baklava yang menambahkan krim semolina dan kacang pistachio. Kota Gaziantep terletak di tenggara Anatolia Turki itu diklaim Pemerintah Turki sebagai wilayah pertama yang mencampurkan resep baklava dengan kacang pistachio. Meskipun sempat ada kontroversi karena baklava pistachio itu justru diperkenalkan dari Damaskus, Suriah, yang memang berbatasan langsung dengan Gaziantep, akhirnya Komisi Eropa menyerahkan surat keputusan nomor 1151 tahun 2012 tentang hak paten itu kepada Turki.

 

Tags: #Kekaisaran Ottoman #Kuliner #Penganan Khas #Turki

Leave a reply "Baklava, Penganan Khas Populer Warisan Kekaisaran Ottoman"