Berat Badan Selama Masa Kehamilan Harus Selalu Dipantau Supaya Sesuai Dengan Anjuran

5 Komplikasi Buruk Akibat Berat Badan Naik Secara Drastis Saat Hamil

Adalah hal yang wajar ketika hamil mengalami kenaikan berat badan, sehingga ibu hamil tidak perlu khawatir ketika mengalami kenaikan berat badan yang cukup dratis. Dan juga tidak perlu risau jika memiliki tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Karena ketika hamil, terjadinya kenaikan berat badan tersebut mengikuti pertumbuhan bayi yang ada didalam janin ibu. Dengan bertambahnya berat badan ibu hamil, maka itu berarti sedang tumbuh dan bertambah beratnya bayi yang ada didalam kandungan. Yang membuat melonjak tingginya berat badan ibu itu tidak hanya pertumbuhan bayi saja tetapi juga dikarenakan didalam janin tersebut adanya air ketuban dan plasenta yang akan menambah berat beban tersebut. 

Untuk mengetahui apakah kenaikan berat badan yang dialami ibu ketika hamil itu tergolong normal ataupun tidak, maka pertama tama yang harus dilakukan ibu adalah dengan menghitung berat badan dengan menggunakan cara penghitungan BMI (Body Mass Index) sebagai berikut :

Berat Badan (dalam Kg) : Kuadrat Tinggi Badan (dalam ukuran meter). BMI = (BB) / (TB x TB)

Sebagai contoh jika berat badan ibu hamil 58 Kg, dengan tinggi badan 160 cm. Maka ini berarti cara menghitungnya adalah 58 : (1.6 m x 1.6 m) = 22.66. Setelah ibu mengetahui BMI maka dengan menggunakan panduan dari Institute of Medicine (IOM), ibu dapat mengetahui apakah berat badan yang dimiliki sekarang ini underweight, normal, ataupun overweight. 

Akan berbeda bedanya bagi setiap ibu tentang kenaikan berat badan ideal yang akan dialaminya. Adanya penambahan berat badan selama masa kehamilan harus selalu dipantau supaya berat badan selama hamil tidak lebih atau kurang dari yang dianjurkan. Cara untuk menghitung kenaikan berat badan ibu hamil ini berdasarkan kepada Body Mass Index (BMI). BMI ini dapat dihitung berdasarkan kepada tinggi dan berat badan sebelum hamil. Sekarang ini telah banyaknya beredar kalkulator berat badan ibu hamil online yang bisa digunakan untuk menghitung BMI. Tetapi jika kamu ingin menghitungnya secara manual, maka rumus BMI nya adalah : 

Berat Badan (Dalam Kg) : Kuadrat Tinggi Badan (Dalam Ukuran Meter). BMI = BB/(TB x TB)

Dari situ baru ibu akan mengetahui berapa kenaikan berat badan normal yang seharusnya terjadi pada ibu ketika hamil. Berikut dibawah ini panduan dari Institute of Medicine (IOM) untuk mengetahui total kenaikan berat badan ibu hamil yang ideal diantaranya yaitu :

  1. BMI Dibawah 18.5

BMI dengan angka 18.5 ini menunjukkan jika kondisi ibu underweight atau kekurangan berat badan. Karena kenaikan berat badan yang ideal selama masa kehamilan adalah sekitar 12 hingga 18 Kg. 

  • BMI Antara 18.5 Hingga 24.9 

BMI dengan angka antara 18.5 hingga 24.9 maka ini menunjukkan jika berat badan ibu hamil ideal, karena kenaikan berat badan yang baik selama masa kehamilan adalah sekitar 11 hingga 16 Kg. Ketika trimester pertama maka ibu hamil sebaiknya berat badannya itu mengalami kenaikan sebesar 0.5 hingga 2.5 Kg. Kemudian akan diikuti dengan kenaikan berat badan sebesar 0.5 Kg setiap minggunya. 

  • BMI Diatas 30

BMI dengan angka 30 ini menunjukkan jika ibu hamil mengalami obesitas atau sangat overweight. Karena idealnya kenaikan berat badan itu hanya sekitar 5 hingga 9 Kg saja. 

Leave a reply "Berat Badan Selama Masa Kehamilan Harus Selalu Dipantau Supaya Sesuai Dengan Anjuran"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.