Kiat Orangtua Menyikapi Mimpi Basah Anak Remaja Dengan Cara Terbaik

mimpi-basahMimpi basah adalah keluarnya cairan semen (air mani) dan sperma saat tidur dengan atau tanpa mimpi berhubungan intim. Kadang-kadang seorang anak terbangun dari tidurnya di malam hari dengan celana yang basah dan lengket. Kebingungan biasanya terjadi saat anak tidak dibekali pengetahuan yang cukup. Lalu, bagaimana sebaiknya orangtua menyikapi mimpi basah anak remaja dengan cara terbaik?

Mimpi basah menandakan seorang anak laki-laki sudah beranjak remaja, sama seperti menstruasi pada anak perempuan. Kondisi itu disebut masa pubertas atau disingkat puber. Tidak cuma fisik dan psikis yang terjadi perubahan, fungsi dan organ seksual mereka pun akan mulai terbentuk sempurna. Bedanya, semua anak perempuan pasti mengalami. Namun, anak laki-laki tidak semuanya melewati fase mimpi basah ini.

Kebanyakan anak merasa malu mengakui dan membicarakan mimpi basah mereka. Semua bergantung pada kedekatan dan keterbukaan anak dengan orangtua masing-masing, terutama buat bicara mengenai segala sesuatu yang terkait dengan seksualitas. Tentu saja anak yang bisa leluasa bicara atau bertanya tentang mimpi basah ini pada orangtua akan melewati masa awal remajanya dengan baik.

Usia pubertas pada anak laki-laki dimulai berbeda pada setiap individu. Begitu pula pada usia berapa pubertas itu akan berakhir. Namun, rata-rata mengalaminya pada usia 11 hingga 13 tahun.

Pada anak laki-laki yang telah memasuki masa puber, umumnya juga akan terlihat dari suara mereka yang menjadi lebih berat dan dalam, otot tubuh mengembang serta dada yang terlihat lebih bidang.

Biasanya, ada beberapa cara yang dilalui orangtua saat mengetahui putranya telah mengalami mimpi basah. Yang paling baik, tentu saat anak menceritakan sendiri kepada orangtua masing-masing. Atau, saat orangtua mendapati pakaian atau sprei anak yang basah di pagi hari. Kemungkinan lain, orangtua mendapati cerita itu dari anggota keluarga yang lain.

Nah, jika sudah demikian, sebaiknya orangtua pertama kali agar tenang dan tetap santai supaya anak tidak merasa cemas dan malu. Soalnya, ternyata masih cukup banyak orangtua yang menyikapi hal ini dengan panik atau marah.

Jelaskan kepada anak mengenai apa yang ia alami dan tekankan bahwa itu wajar dan dialami anak-anak lain seusianya. Akan lebih baik jika pembicaraan itu dilakukan antara ayah dan anak sebagai sesama lelaki. Bantuan dari pihak lain seperti saudara dekat laki-laki, dokter kepercayaan, atau anggota keluarga yang lain.

Khusus bagi ayah, berbagi ingatan mengenai pengalaman yang sama akan lebih membantu anak memahami dan menyikapi apa yang dialaminya, bukan sebagai suatu yang aneh dan memalukan. Selain itu, yang harus diingat adalah jangan pernah menjadikan hal itu sebagai bahan olokan.

Pendampingan orangtua terhadap anak pada masa puber sangat memengaruhi masa pertumbuhan anak. Jika tidak dibekali informasi yang cukup, yang dikhawatirkan adalah anak mendapatkan informasi yang keliru.

Kalau anak tidak diberikan pendidikan seks sejak dini, anak akan mencari tahu sendiri. Yang menjadi persoalan adalah kalau ia masuk ke situs-situs atau mendapatkan informasi yang keliru, itu akan menjadi masalah baru.

Cara terbaikya adalah dengan melakukan persiapan sejak dini. Misalnya dengan mempersiapkan mental anak bahwa dirinya akan melalui fase pubertas, dengan ciri-ciri tertentu. Dengan bahasa yang dimengerti anak-anak tentunya, misalnya bahwa nanti ia akan mengalami mimpi basah, dengan tandanya begini, komunikasikan saja dengan terbuka.

Anda mungkin salah satu orangtua yang mengalami problematika demikian. Putra kesayangan yang beberapa tahun lalu masih lelap dalam timangan, kini beranjak remaja. Ia kini sudah mengalami mimpi basah dan beberapa ciri pubertas lainnya. Demikianlah upaya orangtua menyikapi mimpi basah anak remaja dengan cara terbaik.

Tags: #Anak Remaja #Mimpi Basah

Leave a reply "Kiat Orangtua Menyikapi Mimpi Basah Anak Remaja Dengan Cara Terbaik"