Mau Beli Sepeda? Kenali Dulu Yuk Sejarah Perkembangannya!

539 views

sepedaPada Abad ke-18, di belahan Eropa banyak orang yang menciptakan pelbagai keperluan rumah tangga. Salah satu perangkat berguna yang ditemukan saat itu adalah sepeda. Ya, kendaraan sederhana tanpa binatang penarik.

Adalah Monsieur Chevalier de Sivrac yang menurut Encyclopedia International telah membuat rancang bangun sepeda pada 1790. Diduga, karya revolusioner dari bahan kayu ini adalah prototipe sepeda paling awal atau generasi pertama. Pria berkebangsaan Prancis itu menciptakan sepeda yang kemudian dikenal dengan nama celerifere.

Alat tranportasi tunggal ini sangat sederhana, bahkan masih terbilang “kasar” dan terkesan primitif. Cara menggerakkannya adalah didorong oleh si pengendara dengan kaki menendang ke belakang seraya menyapu permukaan tanah. Pada masanya, penemuan celerifere tidak begitu populer. Konon, saat itu, celerifere harganya cukup mahal dan hampir sama dengan harga seekor kuda. Kendati dibilang belum sempurna, kehadirannya sangat berguna bagi perkembangan generasi sepeda selanjutnya.

Baca juga : Perkembangan Raket Bulu Tangkis dari Masa ke Masa

Dari waktu ke waktu, desain sepeda terus mengalami perkembangan menuju penyempurnaan. Mulai dari perkembangan kerangka (frame), roda, sistem penggerak, hingga rem. Tak hanya dari sisi keselamatan yang menjadi prioritas, tetapi juga dari segi kenyamanan bagi pengendaranya.

Di Jerman, Baron Karl von Drais berhasil menciptakan model lebih sempurna yang disebut draisienne pada perempat awal abad ke-19. Hampir serupa dengan celerifere, tetapi draisienne memiliki desain batang kemudi yang relatif fleksibel. Kendati dengan sistem kemudi yang sederhana, buah karya Drais ini sudah bisa diarahkan ke kiri ataupun kanan layaknya fungsi setang pada sepeda modern.

Pada waktu yang hampir bersamaan Nicephore Niepce, seorang Prancis, menemukan sebuah model celeripede, tetapi tak diterima dengan baik. Draisienne dianggap sebagai nenek moyangnya sepeda sehingga Baron von Drais diakui sebagai Bapak Sepeda. Draisienne juga diperkenalkan di Inggris dan kemudian dikenal dengan nama dandy horse meski ada juga yang menyebutnya velocipede.

Pada 1838, Kirkpatrick Macmillan, seorang pandai besi asal Skotlandia, menambahkan pedal yang dihubungkan dengan batang penggerak roda belakang. Penemuan ini menandakan mobilitas sepeda yang mampu digerakkan tanpa kaki menyentuh tanah. Gerakkan pedal yang ditemukan Macmillan berbeda dengan mekanisme pedal pada safety bicycle. Pedal tidak berputar 360 derajat, melainkan hanya bergerak secara resiprokal horisontal ke arah depan dan belakang dengan batang penghubung bukan rantai.

Penyempurnaan selanjutnya dilakukan oleh Ernest Michaux sekitar medio abad ke-19. Pria berkebangsaan Prancis ini membuat pemberat engkol hingga laju sepeda lebih stabil. Seorang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi (pelat) di sekelilingnya sehingga populer dengan istilah boneshaker.

Baca juga : 4 Resep Jenang, Kaya Rasa Sarat Makna

Periode boneshaker mulai banyak ditinggalkan ketika James Starley memperkenalkan desain sepeda beroda tinggi pada 1870. Pada dekade ini sepeda dibangun hampir semuanya dari bahan logam. Karena ukuran roda depan lebih besar dari roda belakang, masyarakat di Eropa menyebutnya dengan istilah penny-farthing.

Desain lebih aman baru terealisasi sekitar tahun 1876 ketika Harry Lawson membangun sepeda dengan ukuran frame lebih rendah. Laju sepeda lebih mudah dihentikan karena kaki pengendara berada dalam jangkauan tanah. Desain ini kemudian diperbaharui pada 1879 dengan menggunakan rantai penggerak roda. Namun, rancangan Lawson ini masih dianggap “gagal” karena peningkatan dari sisi berat, biaya, dan kompleksitas dibandingkan dengan penny-farthing.

Perkembangan siginifikan terjadi pada 1885 terhadap rasio perhitungan gear dan wheel. John Kemp Starley meluncurkan sepeda keselamatan (safety bicycle) pertama secara komersial. Selain penggunaan rantai penggerak, roda depan dan belakang memiliki ukuran yang relatif sama.

Desain dan sistem ini sampai sekarang masih banyak dipakai dan dikembangkan oleh berbagai produsen sepeda di dunia. Sepeda, dirasa sudah lebih baik dan nyaris sempurna dengan penggunaan sistem rem yang lebih mumpuni. Kenyamanan mengendarai sepeda juga didukung dengan penemuan ban pneumatik oleh John B Dunlop pada 1888.

Sejak itu, berbagai desain diproduksi hingga kemudian melahirkan ragam jenis sepeda dengan fungsi yang lebih detail. Hadirnya sepeda keselamatan seakan menjadi daya tarik jutaan masyarakat dunia dengan menjadikan sepeda sebagai alat transportasi.

Tags: #Alat Transportasi #Perkembangan #Sejarah #Sepeda

Leave a reply "Mau Beli Sepeda? Kenali Dulu Yuk Sejarah Perkembangannya!"