Melahirkan Nyaman Dengan Metode Persalinan Tanpa Nyeri

590 views

melahirkan-tanpa-rasa-sakitMelahirkan secara normal pastinya sakit dan nyeri. Hal itu memang sudah alami. Kalau enggak mau sakit, pilih operasi sesar saja. Komentar itu sering muncul di antara obrolan yang melibatkan ibu hamil. Tetapi, apakah benar begitu? Apakah nyeri membuat seorang ibu lebih baik menghindar dari persalinan normal?

Jawabannya tentu tidak, karena ada banyak keuntungan yang diperoleh ibu dan bayi dengan proses kelahiran normal. Bagi Anda yang sudah pernah menjalaninya, rasa nyeri menjelang persalinan memang sangat berat dirasakan. Meski begitu, kondisinya berbeda-beda di antara para perempuan dan bisa juga berbeda antara persalinan pertama dan yang berikutnya.

Rasa sakit yang berlebihan memang akan berdampak negatif pada ibu dan janin. Intensitas nyeri itu pun kadang tidak tertahankan bagi beberapa orang. Ada 60 persen ibu yang menjalani persalinan pertama yang merasa nyerinya memang tidak tertahankan lagi. Hal itu akan mengakibatkan perubahan fisiologis yang merugikan.

Baca juga : Inilah 5 Penyebab Nyeri Punggung Saat Hamil Terjadi

Misalnya, peningkatan pernapasan yang malah menyebabkan kekurangan oksigen dan dari sisi psikologis akan menyebabkan gangguan emosi jangka panjang sehingga takut hamil lagi atau takut berhubungan seksual dengan suaminya.

Berbagai cara pun akhirnya dikembangkan untuk menghilangkan sakit itu tanpa harus menjalani operasi sesar karena persalinan normal tetap yang terbaik. Mulailah pemakaian teknik analgesia regional untuk proses persalinan yang perkembangannya meningkat selama 30 tahun terakhir ini.

Teknik analgesia regional memiliki beberapa kelebihan, utamanya supaya persalinan normal tetap bisa dilakukan dengan lancar. Kelebihan itu di antaranya bahaya aspirasi isi lambung sangat berkurang, tidak menyebabkan depresi napas pada ibu dan janin, kondisi ibu tetap sadar sehingga tetap bisa aktif mengejan saat persalinan, dan tentu saja di ujungnya bisa segera berinteraksi dengan bayi.

Ada dua teknik analgesia regional yang memang akhirnya harus melibatkan dokter anestesi pada proses persalinan. Keduanya adalah Intrathecal Labour Analgesia (ILA) dan Epidural Labour Analgesia (ELA).

Teknik ILA adalah pembiusan lokal dengan menyuntikkan jarum ke lumbal tulang belakang ibu. Sementara, teknik ELA, juga menggunakan jarum yang disuntikkan ke daerah lumbal tulang belakang, ke ruang epidural.

Baca juga : Kiat Meringankan Sindrom Pra Menstruasi (SPM)

Perbedaannya dengan ILA, pada ELA itu dosis obatnya lebih besar, masa kerjanya lebih lambat, tapi kerjanya lebih lama. Keluhan kesemutan atau lemas pada tungkai juga bisa diminimalisasi.

Apakah ada efek sampingnya? Ada, misalnya hipotensi, mual-muntah, gatal, toksisitas anestesi lokal, dan epidural hematom yang seluruhnya sangat jarang terjadi.

Teknik ini sudah lama digunakan para dokter kandungan, namun karena setiap orang memiliki toleransi rasa sakit yang berbeda-beda, maka penggunaan ILA bersifat sangat individual dan tidak semua ibu memerlukannya.

Metode persalinan tanpa nyeri memang ada yang medis dan nonmedis. ILA termasuk teknik metode medis. Metode nonmedis misalnya hipnosis, impuls listrik, waterbirth, akupunktur, dan lainnya. Inti keseluruhan teknik itu adalah merangsang hormon endorfin atau kesenangan. Dengan begitu, ibu akan merasa lebih nyaman, tenang, dan mampu melakukan persalinan normal.

Meski ada ILA/ILE, ibu melahirkan memang tetap harus merasakan sakit terutama pada fase laten, beberapa hari sebelum memasuki fase aktif di mana analgesia baru bisa digunakan. Tetapi,. seluruhnya akan tergantikan saat melihat wajah bayi yang meneduhkan hati. Rasa sakit dan perjuangan persalinan normal pun akan terlupakan begitu saja.

 

Tags: #Metode #Persalinan #Rasa Nyeri

Leave a reply "Melahirkan Nyaman Dengan Metode Persalinan Tanpa Nyeri"