Peluang Bisnis Scrapbook Cukup Prospektif

769 views

my-scrapbook-ideasDi zaman yang serbacanggih ini, sebenarnya sangat mudah untuk menyimpan kenangan berupa foto tanpa harus mencetaknya. Perkembangan perangkat lunak memudahkan kita menyimpan foto secara digital dalam komputer, laptop, dan gadget. Apalagi media sosial juga memberikan ruang bagi pemakainya untuk menyimpan foto kenangan, bahkan menyebarluaskannya pada publik.

Meskipun demikian, jangan salah, masih banyak orang yang membukukan kenangan mereka dalam bentuk cetakan foto. Bahkan foto-foto itu dihias sedemikian rupa sehingga terlihat indah ataupun unik. Kegiatan seperti ini disebut scrapbook.

Dari asal katanya, scrap berarti barang sisa. Akan tetapi, scrap tidak selalu tentang kegiatan menempel barang sisa. Sebenamya scrapbook merupakan seni menempel foto di media kertas dan membuatnya menjadi karya yang kreatif. Dengan demikian, menikmati foto jadi tidak membosankan.

Baca juga : Kiat Mendongkrak Bisnis Penjualan Aksesoris Pengendara Sepeda Motor

Ina Himawan yang kini memiliki My Scrapbook Ideas (MSI), awalnya pehobi scrapbook. Ia pun berada di lingkungan orang-orang dengan hobi yang sama. Ketika Ina menyukai scrapbook, Indonesia, bahkan Asia, ketinggalan jauh dari Amerika. Akibatnya, bahan baku kertas yang awet dimakan usia pun sulit dicari.

Pemasoknya ada di luar negeri, di Amerika. Kalau memaksakan memakai kertas seadanya memang sama juga sebutannya (scrapbook), tetapi kertas akan menguning. Sementara yang dari Amerika itu acid free. Dan yang pasti mahal. Karena kesulitan mencari bahan baku, Ina lalu berinisiatif membuka toko yang menyediakan segala keperluan scrapbook pada 2007. Hampir seluruh bahan baku kertas disuplai dari Amerika. Harga jual tiap lembarnya rata-rata Rp 10.000.

Selain itu, di tokonya, Ina juga menyediakan kursus scrapbook. Setiap hari dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, para penyuka scrapbook bisa menyalurkan hobinya. Menurut Ditya, scrapbook itu prinsipnya menghias foto dengan menghabiskan kertas yang ada. Sayang jika sudah membeli kertas, acid free pula, malah tidak habis. Dari scrapbook Ina bisa mendapatkan pendapatan yang tidak sedikit. Padahal dulu ia harus menganggarkan sekitar Rp 500.000 setiap bulan untuk hobinya. Melihat harga-harga media untuk membuat scrapbook memang mahal. Untuk kertas yang acid free saja, harga selembarnya berkisar antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 40.000.

Baca juga : Menikmati Untung dari Manisnya Bisnis Kopi

Namun dari penelusuian sejarahnya, scrapbook tidak hanya melulu soal foto. Kenangan berupa surat, puisi, bahkan resep dikompilasikan dengan cara scrapbook pada abad ke-15. Lalu berkembang pada abad ke-16 , menjadi album pertemanan. Album itu bisa diisi oleh teman baik dengan cara menempel foto, atau membuat pesan berupa puisi.

Kini scrapbook lebih fokus pada foto. Tidak hanya untuk mempercantik foto, scrapbook juga bisa melepaskan galau. Pasalnya, mengerjakan satu halaman scrapbook bisa menghabiskan waktu berjam-jam memotong dan menempel kertas. Kegalauan pun biasanya hilang.

Namun ada juga yang sengaja membuat scrapbook sebagai hadiah pada orang yang terkasih. Anda dapat mengumpulkan foto orang terkasih lalu membuat ceritanya dalam bentuk scrapbook. Hadiah ini akan sangat berkesan karena tidak dijual di pasaran.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengajak anak ber-scrapbook bersama. Dengan menggunting, menempel, dan memadupadankan warna serta corak, keterampilan motorik anak dapat terlatih. Meskipun mahal karena bisa menghabiskan sekitar Rp 300.000 untuk satu halaman scrapbook, hal ini bisa menambah keakraban Anda dengan keluarga, bukan?

Tags: #Bisnis #My Scrapbook Ideas #Peluang Bisnis #Scrapbook