Profesi Petani Itu Keren, Ini Agenda Membentuk Petani Intelek

310 views

Sumber Gambar: pixabay.com.

Jika kamu merupakan seorang petani, atau mungkin berasal dari keluarga petani, sudahkah muncul kebanggaan bahwa petani adalah profesi yang keren? Mungkin sebagian dari kamu belum berpikiran demikian, sebab profesi ini masih identik dengan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Melihat situasi ini, Kamar Dagang dan Industri Kadin terus berupaya agar kesejahteraan petani terus meningkat.

Dorongan kepada pemerintah dan kalangan swasta agar mendukung agenda ini harus dilakukan. Sebab, ketika petani sejahtera, maka mereka akan selalu bersemangat untuk memproduksi pangan tanpa perlu kekurangan tenaga kerja. Di sisi lain, petani juga harus digiring agar cerdas dan intelek, sehingga agenda produksi pangan menjadi lebih efektif dan efisien.

Agenda Membentuk Petani Intelek dan Sejahtera

Ketua Kadin dan jajarannya mengagendakan sejumlah upaya berkelanjutan dalam rangka mewujudkan petani yang cerdas dan sejahtera. Berikut ini langkah-langkah yang ditempuh:

1. Kampanye Mengubah Pola Pikir Tentang Petani

Sebagai salah satu organisasi vital yang bergerak di bidang pembangunan ekonomi, organisasi pengusaha ini secara tegas menyebut bahwa keberadaan petani bukanlah untuk dikasihani, melainkan diberi kehormatan atas profesinya. Pemikiran ini harus terus dikampanyekan sehingga masyarakat bisa sepakat bahwa faktanya, petani memang harus dipandang bermartabat.

Petani dalam hal ini memang harus diposisikan setara dengan profesi keren lainnya, karena dari tenaga merekalah rakyat memperoleh asupan pangan. Meski begitu, kehormatan untuk petani jangan hanya sekadar di kata-kata, melainkan harus dibarengi aksi nyata untuk mensejahterakan mereka.

2. Membebaskan Petani dari Ragam Pungli

Bentuk penghormatan untuk petani, di antaranya, yakni mereka harus dibebaskan dari sejumlah pungutan liar (pungli) dalam bercocok tanam. Sebab disadari atau tidak, hal tersebut akan semakin memberatkan ekonomi mereka.

Berdasarkan pantauan daerah Jawa, kebanyakan petani masih terbebani oleh mekanisme sewa lahan sehingga yang banyak diuntungkan yakni para tuan tanah. Sementara itu, pungutan liar juga banyak terjadi ketika petani mau sawahnya dialiri air alias irigasi.

Pungutan liar juga dibebankan petani untuk menjaga “keamanan” hasil tanam kalau tidak mau hasil tanam mereka dijarah. Di sebagian wilayah di Jawa, terdeteksi keberadaan sistem tradisi yang membuat  petani memberikan sebagian hasilnya untuk kepala desa. Petani yang memakai dana pinjaman dari bank untuk menggarap sawah pun biasanya dibebankan bunga 3-4 persen.

Dalam rangka mendukung agenda pembentukan petani intelek agar terealisasi efektif, Kadin pun meminta pemerintah agar bisa menekan pungutan liar yang merugikan petani. Dengan konsep revolusi mental, bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat yang mestinya sadar akan pentingnya peranan petani yang harusnya dihormati.

3. Mudahkan Petani dari Ragam Permodalan

Ketika mulai bercocok tanam, petani membutuhkan modal untuk membeli benih dan pupuk. Karenanya, pemerintah harus konsisten memberikan subsidi untuk modal tanam tersebut sehingga petani terbantu. Di sisi lain, pengadaan alat mesin pertanian juga harus disalurkan secara merata sehingga tidak ada petani yang merasa dianaktirikan.

Bersama pemerintah akan terus mengawal penyaluran benih dan pupuk bersubsidi agar benar benar tersalurkan secara merata. Jangan sampai terjadi penyelewengan dan hanya menguntungkan oknum yang tidak bertanggung jawab.

4. Gerakan Mahasiswa-Sarjana Bertani

Apakah kamu termasuk mahasiswa jurusan pertanian? Atau ada temanmu yang dulu pernah bertahun-tahun menggeluti studi pertanian di kampus. Kita pastinya sepakat bahwa betapa banyak mahasiswa yang berasal dari fakultas pertanian, tapi setelah diwisuda, mereka tidak benar-benar turun ke lahan pertanian dan mengembangkan produksi pangan secara efektif.

Karenanya, Kadin Indonesia bidang pertanian juga mengagendakan gerakan mahasiswa bertani, sehingga para mahasiswa dan sarjana tertarik untuk mendapatkan keuntungan yang menjanjikan dari mengolah sawah dan ladang. Dukungan modal terus digelorakan, sembari terus berkampanye tentang petani intelek dan sejahtera sebagaimana disebutkan dalam poin pertama.

Demikianlah informasi seputar upaya Kadin Indonesia dalam mengagendakan petani intelek. Apakah kamu setuju dengan agenda ini? Jika kamu ingin berpendapat, baik dukungan, sanggahan maupun sumbang saran, jangan ragu untuk menuliskan opinimu di kolom komentar.

Leave a reply "Profesi Petani Itu Keren, Ini Agenda Membentuk Petani Intelek"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.