Trik Sederhana Menghalau Holiday Blues

586 views

holiday-blues-1Tak semua orang memiliki pemikiran yang sama mengenai liburan. Jika sebagian orang menantikan datangnya liburan, ada pula orang yang justru galau menghadapi liburan. Penyebabnya bisa beraneka ragam. Misalnya, baru saja kehilangan seseorang, merasa tidak memiliki keluarga, merasa kesepian, baru saja menghadapi perceraian hingga makan dan minum yang tidak sehat. Tentunya, hal itu dapat bikin seseorang depresi, bad mood, dan selalu negative thinking pada musim liburan. Oleh para ahli, sindrom seperti ini disebut holiday blues.

Disamping itu, salah satu penyebab holiday blues adalahh karena mengharapkan sesuatu yang tidak realistis. Seseorang yang berharap mendapat liburan yang sempurna hanya akan menimbulkan rasa kecewa dan membuat dia depresi. Selain itu, seringkali terjadi perselisihan keluarga pada waktu liburan. Konflik keluarga atau baru saja kehilangan orang yang dicintai dapat menambah kesedihan selama liburan.

Untuk mengatasi itu, kuncinya adalah bersyukur. Syukuri hal-hal yang sudah berhasil Anda dapatkan. Bersyukurlah ketika anggota keluarga masih dapat berkumpul meski tidak lengkap. Bersyukur Anda bisa mendapat libur dari pekerjaan. Memiliki rasa syukur mungkin menjadi penangkal terterhadap depresi.

Terlalu banyak keinginan melakukan banyak hal juga bisa membuat depresi, cemas, stres, dan kurang tidur. Rasa takut jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, seringkali membuat tekanan darah tinggi yang menjadi pemicu paling umum holiday blues. Hal itu juga dapat membuat suasana hati buruk selama liburan.

Membandingkan kebahagiaan dengan orang lain juga biasanya menjadi penyebab holiday blues. Demikian pula kebiasaan berolah raga yang terbengkalai karena kesibukan menjelang liburan Natal dan tahun baru. Selama liburan, minuman beralkohol juga cenderung lebih banyak dikonsumsi. Padahal, alkohol tidak akan mengurangi rasa sedih seseorang, melainkan hanya dapat memperburuk gejala kecemasan dan depresi.

Untuk menghalaunya ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya, membuat rencana atau merancang ulang jadwal liburan. Pilihlah waktu-waktu yang tepat di sela-sela kesibukan untuk menghubungi lagi teman-teman yang terlewat saat liburan sebelumnya. Makan malam sederhana juga bisa membuat seseorang jauh lebih senang daripada sebelumnya.

Menciptakan pola hidup sehat juga diyakini bisa menghilangkan rasa stres karena liburan yang kurang berkualitas. Makan yang bergizi dan berolah raga, diyakini mampu menjaga diri dari depresi yang berkelanjutan, Selain itu, menjaga komunikasi dengan kerabat dan teman adalah kunci utama untuk menghindari sindrom pasca liburan.

Nah, jika Anda sudah benar-benar terjangkit post-holiday blues, jangan sungkan-sungkan meminta bantuan. Bisa kepada keluarga, bisa juga langsung ke ahli kesehatan. Kadang terkesan klise, tetapi gangguan tersebut bisa hilang dengan sendirinya setelah kita mendengar suara orang yang kita anggap paling dekat, meski hanya melalui gagang telefon atau speaker ponsel.

Tags: #Depresi #Holiday Blues #Liburan #Stres